KLASIFIKASI ZAT CAIR
1.
Aliran Invisid dan Viskos
2.
AliranKompresibel dan Tak Kompresibel
3.
Aliran Laminer dan Turbulen
4.
Aliran Mantap dan Tak Mantap
5.
Aliran Seragam dan Tak Seragam
1. ALIRAN INVISID DAN VISKOS
ALIRAN INVISID
Aliran invisid adalah aliran dimana kekentalan zat
cair, µ, dianggap nol(zat cair ideal). Sebenarnya zat cair dengan kekentalan
nol tidak ada di alam, tetapi dengan anggapan tersebut akan sangat
menyederhanakan permasalahan yang sangatkompleks dalam hidraulika. Karena zat
cair tidak mempunyai kekentalan maka tidak terjadi tegangan geser antara
partikel zat cair dan antara zat cair dan bidang batas.Pada kondisi tertentu,
anggapan µ=0 dapat diterima untuk zat cair dengan kekentalan kecil seperti air.
Aliran Invisid suatu fluida diasumsikan mempunyai viskositas nol. Jika
viskositas nol maka kondiuktivitas thermal fluida tersebut juga nol dan tidak
akan terjadi perpindahan kalor kecuali dengan cara radiasi. Dalam prakteknya,
fluida inviscid tidak ada, karena pada setiap fluida timbul tegangan geser
apabila padanya dikenakan juga suatu laju perpindahan regangan.
ALIRAN VISKOS
Aliran viskos adalah aliran di mana kekentalan
diperhitungkan (zat cair riil). Keadaan ini menyebabkan timbulnya tegangan
geser antara patikel zat cair yang bergerak dengan kecepatan berbeda.
Apabila zat cair riil mengalir melalui bidang batas yang diam, zat cair
yang berhubungan langsung dengan bidang batas tersebutakan mempunyai kecepatan
nol (diam). Kecepatan zat cair akan bertambah sesuaidengan jarak dari bidang
tersebut. Apabila medan aliran sangat dalam/lebar, di luar suatu jarak
tertentu dari bidang batas, aliran tidak lagi dipengaruhi oleh
hambatan bidang batas. Pada daerah tersebut kecepatan aliran hampir
seragam. Bagian aliranyang berada dekat dengan bidang batas, di mana terjadi
perubahan kecepatan yang besar dikenal dengan lapis batas (boundary
layer ). Di daerah lapis batas ini tegangangeser terbentuk di antara
lapis-lapis zat cair yang bergerak denga kecepatan berbedakarena adanya
kekentalan zat cair dan turbulensi yang menyebabkan partikel zat cair bergerak
dari lapis yang satu ke lapis lainnya. Di luar lapis batas tersebut
pengaruhtegangan geser yang terjadi karena adanya bidang batas dapat diabaikan
dan zat cair dapat dianggap sebagai zat cair ideal.
Contoh gambar invisid dan viskos

2. ALIRAN KOMPRESIBEL DAN TAK KOMPRESIBEL
Aliran Kompresible
Aliran kompresibel adalah aliran yang rapat massanya
berubah dengan perubahan tekanannya.
Aliran Tak Kompresible
Aliran tak kompresibel adalah aliran yang rapat
massanya tidak berubah dengan perubahan tekanannya dan rapat massa dianggap
konstan.
·
Semua fluida (termasuk zat cair) adalah kompresibel sehingga rapat
massanya berubah dengan perubahan tekanan. Pada aliran mantap dengan perbuhan
rapat massa kecil, sering dilakukan penyederhanaan dengan menganggap bahwa zat
cair adalah tak kompresibel dan rapat massa adalah konstan. Oleh karena zat
cair mempunyai kemampatan yang sangat kecil, maka dalam analisis mantap sering
dilakukan anggapan zat cair tak kompresibel. Tetapi pada aliran tak mantap
sering dilakukan melalui pipa di mana bisa terjadi perubahan tekanan yang
sangat besar, maka kompresibilitas zat cair harus diperhitungkan.
·
Bila kerapatan massa fluida berubah terhadap perubahan tekanan fluida
maka dikatakan aliran bersifat kompresibel. Sedang bila praktis tak berubah
terhadap perubahan tekanan yang ada dalam sistem, maka aliran itu dikatakan
bersifat tak kompresibel. Zat cair umumnya dapat dianggap mengalir secara tak
kompresibel sedang gas secara umum dipandang mengalir secara
kompresibel.Walaupu kasus-kasus tertentu mungkin aliran gas dapat pula
dipandang sebagai tak kompresibel, yaitu bila perubahan kerapatan massa dalam
sistem yang ditinjau praktis dapat diabaikan.
Contoh
gambar aliran kompresibel dan tak kompresibel

3. ALIRAN LAMINER DAN TURBULEN
Aliran Laminer
Aliran Laminer adalah partikel pertikel zat cair
bergerak teratur dengan membentuk garis lintasan kontinyu dan tidak saling
berpotongan. Apabila zat membentuk garis lintasan kontinyu dan tidak saling
berpotongan. Apabila zat warna diinjeksikan pada suatu titik dalam aliran, maka
zat warna tesebut akan mengalir menurut garis aliran yang teratur seperti
benang tanpa terjadi difusi atau penyebaran. Pada aliran di saluran/pipa yang
mempunyai bidang batas sejajar, garis-garis lintasan akan sejajar. Sedang di dalam
saluran yang mempunyai sisi tidak sejajar, garis aliran akan menguncup
atau mengembang sesuai dengan bentuk saluran. Kecepatan partikel zat cair pada
masing-masing garis lintasan tidak sama tetapi bertambah dengan jarak dari
dinding saluran. Aliran laminar dapat terjadi apabila kecepatan aliran rendah,
ukuran saluran sangat kecil dan zat cair mempunyai kekentalan besar.
Aliran Turbulen
Aliran Turbulen adalah aliran fluida yang tidak
membentuk suatu garis lurus. Aliran ini terbentuk ketika menemui hambatan.
Aliran dimana pergerakan dari partikel – partikel fluida sangat tidak menentu
karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang
mengakibatkan saling tukar momentum dari satu bagian fluida kebagian fluida
yang lain dalam skala yang besar. Dalam keadaan aliran turbulen maka turbulensi
yang terjadi membangkitkan tegangan geser yang merata diseluruh fluida sehingga
menghasilkan kerugian – kerugian aliran. Pada aliran turbulen ,
partikel-partikel zat cair bergerak tidak teratur dan garis lintasannya saling
berpotongan. Aliran turbulen terjadi apabila kecepatan aliran besar,
saluran besar dan zat cair mempunyai kekentalan kecil. Aliran di sungai,
saluran irigasi/drainasi, dan di laut adalah contor dari aliran turbulen.
Dalam bidang keteknikan
definisi dari kedua jenis aliran fluida tersebut dapat dilihat pada jet dua
dimensi, kincir angin, aliran dalam pipa, dan aliran dalam dua plat sejajar
atau aliran tiga dimensi yang lain mempunyai perubahan bilangan Reynolds yang
tidak stabil. Aliran yang laminar memiliki bilangan Reynolds yang kecil dan
relatif stabil, tetapi pada aliran turbulen bilangan Reynoldnya besar dan
relatif berubah pada setiap titiknya. Untuk menjelaskan fenomena aliran
turbulen kita dapat melakukan simulasi sehingga dapat dljelaskan karakterisrik
aliran turbulen tersebut.
Untuk
membedakan aliran apakah turbulen atau laminer, terdapat suatu angka tidak
bersatuan yang disebut Angka Reynold (Reynolds Number). Angka ini dihitung
dengan persamaan sebagai berikut:
Dimana:
Re : Angka Reynold
ρ : kerapatan fluida
Re : Angka Reynold
ρ : kerapatan fluida
V : Kecepatan
l : panjang
karakteristik
μ : viskositas
Menurut hasil percobaan oleh Reynold, apabila angka Reynold kurang daripada 2000, aliran biasanya merupakan aliran laminer. Apabila angka Reynold lebih besar daripada 4000, aliran biasanya adalah turbulen. Sedang antara 2000 dan 4000 aliran dapat laminer atau turbulen tergantung pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.
Menurut hasil percobaan oleh Reynold, apabila angka Reynold kurang daripada 2000, aliran biasanya merupakan aliran laminer. Apabila angka Reynold lebih besar daripada 4000, aliran biasanya adalah turbulen. Sedang antara 2000 dan 4000 aliran dapat laminer atau turbulen tergantung pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.
Aliran viskos dapat dibedakan dalam
aliran laminer dan turbulen. Aliran
laminer terjadi apabila partikel-partikel zat cair bergerak
teratur dengan membentuk
garis lintasan kontinyu dan tidak saling berpotongan. Aliran
laminer terjadi apabila
kecepatan aliran rendah, ukuran saluran sangat kecil dan zat
cair mempunyai
kekentalan besar.
Pada aliran turbulen , partikel-partikel zat cair bergerak
tidak teratur dan
garis lintasannya saling berpotongan. Aliran turbulen
terjadi apabila kecepatan aliran
besar, saluran besar dan zat cair mempunyai kekentalan
kecil. Aliran di sungai,
saluran irigasi/drainasi dan di laut adalah contor dari
aliran turbulen.
Contoh gambar aliran laminer
dan turbulen
Gambar a. Aliran
Laminer Gambar
b. Aliran turbulen
4. ALIRAN MANTAP DAN TAK MANTAP
Aliran Mantap
Aliran mantap (steady flow) terjadi jika variabel
aliran di sebarang titik pada zat cair tidak berubah dengan waktu.
Yang termasuk variabel aliran misalnya : kecepatan
aliran V, tekanan p, rapat massa ρ, tampang aliran A, debit Q, dsb)
Aliran Tak Mantap
Aliran tak mantap (unsteady flow) terjadi jika
variabel aliran pada setiap titik berubah dengan waktu. Contoh aliran tak
mantap adalah perubahan debit di dalam pipa atausaluran, aliran banjir di
sungai, aliran di estuari (muara sungai) yang dipengaruhi pasang surut.
Analisis dari aliran ini adalah sangat kompleks, biasanya penyelesainnya
dilakukan secara numerik dengan menggunakan komputer.
Contoh gambar aliran mantap
dan tak mantap

Gambar Aliran Mantap

Gambar
Aliran Tak Mantap
5. ALIRAN SERAGAM DAN TAK SERAGAM
Aliran Seragam
Aliran disebut seragam (uniform flow) apabila tidak
ada perubahan besar dan arah dari kecepatan dari satu titik ke titik yang lain
di sepanjang aliran. Demikian juga dengan variabel-variabel lainnya
seperti tekanan, rapat massa, kedalaman, debit, dsb. Aliran di saluran panjang
dengan debit dan penampang tetap adalah contoh dari aliran seragam.
Aliran seragam merupakan aliran yang tidak berubah berubah
menurut menurut tempat tempat. Konsep Konsep aliran seragam dan aliran
kritis sangat diperlukan dalam peninjauan aliran berubah dengan cepat atau
berubah lambat laun. Perhitungan kedalaman kritis dan kedalaman normal
sangat penting untuk menentukan perubahan
permukaan aliran akibat gangguan pada aliran.
Aliran Tak Seragam
Aliran tak seragam (non uniform flow) terjadi jika
semua variabel aliran berubah dengan jarak. Contoh dari aliran tak seragam
adalah aliran di sungai atau di saluran di daerah dekat terjunan atau bendung.
Contoh gambar aliran seragam
dan tak seragam


0 komentar:
Posting Komentar